Peran Umat Katolik di Masyarakat

jesus-declares-i-am-the-light-of-the-world

“Kamu adalah garam dunia” (Matius 5 : 13)

Mencermati judul tulisan ini dan sabda Yesus dalam Injil Matius 5 : 13 itu saya sangat tertarik untuk mengatakan sabda Yesus dalam Injil Matius itu dalam bahasa Jawa yang bunyinya demikian : “Ojo dadi uyah sing mrongkol lan menthilis lan ora migunani, ananging dadio uyah sing ajur ajer mring pepodo.”(= Jangan menjadi garam yang membatu dan mengeras dan tidak bermanfaat, tetapi jadilah garam yang bisa hancur, membaur dan membumi ke tengah-tengah sesama). Singkat kata : Peran umat Katolik di masyarkat ialah menjadi garam yang unggul sebagaimana dikehendaki oleh Tuhan Yesus Kristus melalui sabda perutusan yang disampaikan-Nya kepada kita.

Di manakah kita diutus sebagai garam-Nya?

Terdapat 4 bidang atau lahan tempat umat Katolik berperan dalam masyarakat.

Keluarga
Keluarga adalah  lahan pertama dan utama bagi lahirnya dan disiapkannya kader-kader unggul yang akan berperan dalam masyarakat. Di keluarga ini para orangtua bertanggung jawab besar dalam mendidik dan membina iman, perilaku, etiket, sopan santun, etos kerja, semangat hidup, sikap bela rasa, patriotisme, dan lain-lain terhadap putera-puterinya. Pembinaan dan pendidikan secara integral dan maksimal terkait dengan semua bidang tersebut akan melahirkan kader-kader Katolik unggulan yang akan mampu berperan besar bagi pembangunan masyarakat luas tanpa sekat-sekat atau batas-batas.

Bidang Diakonia, Sosial Karitatif
Umat Katolik dapat berperan aktif dan kontributif di bidang pelayanan Diakonia dan Karitatif, misalnya melalui : Bidang Pendidikan :  sekolah mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, SMK, sampai dengan PenyelenggaraanPerguruan Tinggi, dan Lembaga-lembaga Pendidikan Ketrampilan. Di bidang kesehatan : Penyelenggaraan rumah sakit umum, balai kesehatan masyarakat, dan balai konsultasi kesehatan. Lembaga pelayanan masyarakat lainnya, antara lain : Panti asuhan, panti wreda untuk para lansia, dan pelayanan rumah duka.

Bidang Sosial Politik
Umat Katolik dapat terlibat dan berperan aktif dalam memberdayakan diri dan masyarakat luas sehingga pembangunan semesta dalam masyarakat mulai dari tingkat RT, RW, kelurahan, kecamatan, kota madya, kabupaten, propinsi, dan nasional. Pada bidang ini umat Katolik dapat hadir di bidang legislatif, yudikatif maupun eksekutif. Singkat kata : umat Katolik harus terjun langsung di bidang sosial politik ini di mana umat Katolik tidak hanya sebagai penumpang, penikmat hasil perjuangan orang lain, tetapi benar-benar terlibat langsung di dalamnya.

Di bidang Hubungan Antar Umat beragama, kepercayaan, dan aliran-aliran dalam masyarakat
Di bidang ini, sebagai insan-insan yang beriman kepada Tuhan yang maha esa, umat Katolik dipanggil untuk membangun relasi dan komunikasi yang nyaman dan egaliter dengan umat beriman yang lain sehingga terciptalah situasi dan kondisi yang kondusif serta iklim toleransi senantiasa dihargai dan dijunjung tinggi.

Kesimpulan
Demikianlah uraian tentang bidang-bidang di mana tampak jelas kehadiran dan peranan umat Katolik dalam masyarakat. Memaksimalkan spirit “garam dunia” akan menjadikan umat Katolik berperan aktif dalam masyarakat secara kreatif dan kontributif.

RD. Paulus Haruna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s